Terbiasa hidup dengan tujuan tujuan teratur, berbagai
kejadian penuh kejutan dan takdir yang fluktuatif selama 4 tahun aku merasa
hidup ku saat ini lurus dan monoton. Aku tidak yakin apa karena
lingkungan dan keadaaan yang sma sekali baru atau karena diri ku yang tak
mampu.
Selama 4 tahun, menjalani hidup dengan gembira karena itu
adalah cita-cita ku, sulit ataupun sakit aku bertahan karena itu semua yang aku
inginkan.
Tapi saat ini, aku disini bukan karena ini adalah yang ku
impikan, tapi hal yang harus aku lakukan. Aku tiba-tiba menjadi potongan puzzle
yang tidak matching dengan susunan lain nya, tapi tetap memaksa masuk, perlahan
tanpa ku sadari aku mulai mengikis setiap sisi diri ku, mereka pun berbaik hati bergeser memberi ku ruang hingga setidak nya aku
bisa gabung diantara keping lain nya.
Di ruang dan waktu yang lalu, proses adalah segalanya. dituntut untuk selalu mencintai proses, berfikir tentang apa yang saat ini saja.
Tapi sekarang, aku sudah melewati pintu selanjutnya, di
ruang waktu ini yang harus aku fikirkan bukan lagi tentang proses. tapi TUJUAN.
Aku harus selalu melihat tujuan ku dengan jelas. Karena tanpa mengingat apa
yang ingin aku tuju, aku hanya akan menjadi abu-abu.
Aku selalu merasa tidak mengetahui dan sungguh mengerti diri
ku sendiri. Mereka menilaiku dan aku memikirkan itu.
Terkadang aku memikirkan teman-teman seperjuangan ku dulu.
Mereka yang sedang sibuk menyusun tesis, ada yang wara wiri sibuk lobi sana sini, ada yang sibuk rapat dengan pejabat, ada juga yang sibuk menulis artikel tentang masalah negara.
ketika aku mengingat mereka, melihat insta story dan status-statusnya yang penuh dengan kata kata mutiara. aku fikir mereka menikmati hari-hari dan proses nya sebagai "seseorang" dan aku mulai bertanya, bagaimana mereka begitu menikmati nya, padahal beberapa pekerjaan sangat sederhana, tapi anehnya selalu nampak istimewa.
Pernahkah mereka merasa jenuh dan bertanya "Kenapa aku melakukan ini?"
Pernahkah mereka.... Seperti aku.
0 comments:
Post a Comment