In

Sepucuk surat cinta..



Malang, 22 desember 2012
20:49
A. 
untuk pembuka... karena aku sering kali tak tau harus mulai dari mana

Ku pejamkan mata setelah beberapa waktu lalu menelfon mu, mengucapkan selamat hari ibu, tidak seperti biasa, kali ini aku mengatakan nya lewat telfon. ingin memeluk mu.. aku rindu..

Mom.. apa yang sedang kau fikirkan sekarang? aku rindu melihat sendu tatapan mu, menebak setiap kemungkinan apa yang kau fikirkan. tak perlu aku tanyakan pun kau selalu mengatakan apa yang mengganjal hati mu.. tapi apa yang sedang kau fikirkan sekarang mom?

apa yang sedang kau fikirkan? anak gadis mu sedang sendiri jauh dari mu, tidak makan masakan mu, tidak dipeluk mu, tidak dimarahi oleh mu ketika aku hanya diam didepan tv, Tidak tau dengan siapa saja aku bergaul, tidak tau siapa yang mengantar ketika aku pulang terlalu malam.. memikirkan setiap kemungkinan yang bisa saja terjadi pada ku, aku jauh dari mu.. tidak kah kau risau?

Melepas ku dengan air mata dan doa.. berat hati mu, tak menjadi penghalang untuk memberi restu pada ku, untuk ku yang bersih keras ingin memanjat pohon cita ku, mengikuti fikiran-fikiran ku yang liar berlarian seperti kuda kepanasan. maafkan aku.. bukan maksud ingin pergi meninggalkan mu, tapi ketika aku kembali, aku ingin memberi mu hal yang baru, bukan ingin jauh dari mu, tapi jika aku tetap dirumah, aku semakin lemah. 

Mom.. apa perasaan mu ketika aku bercerita tentang kehidupan ku disini? Anak perempuan kecil mu, yang dulu selalu kau suapi, kau belai kepala nya, kau peluk ketika dia ketakutan, sekarang telah menantang hidup seorang diri tanpa kau temani, aku telah tumbuh.. dan berjalan sangat jauh meninggalkan masa kedamaian ku. Aku selalu bercerita betapa aku bahagia, disini, tak henti hal-hal baru menjumpai ku, bertemu dengan orang-orang baru, sifat-sifat dan bahasa yang baru, membuat ku candu ingin lebih mengenal kehidupan.
 Bagaimana perasaan mu ketika menyadari aku tak lagi membicarakan tentang lelaki yang mendekati ku, atau lelaki yang aku sukai, kini aku, anak perempuan kecil mu, berbicara tentang politik, budaya, dan organisasi-organisasi penggerak masyarakat, sesekali membahas tentang program studi ku, membicarakan budidaya ikan dan peluang dari laut negara kita. Kita tak lagi membayangkan bagaimana suami ku kelak, yang kita bayangkan, apa yang dapat aku lakukan dimasa depan.

Entah karena mimpi ku terlalu indah sehingga aku lupa tentang cinta atau memang luka hati ini belum juga kunjung kering. Belenggu terkuning kehidupan tak ada yang lebih menyakitkan dari cinta. Penghianatan cukup memberi ku cambuk. Tapi apa yang terjadi pada mu, mengingatkan ku, bahwa ini tidak terlalu buruk, ini tidak terlalu buruk…  

Dan aku mulai bertanya bagaimana perasaan papah? Aku berdiri disini sekarang tanpa nya, ini hasil perjuangan kita mom.. aku ingat ketika kita hanya berdua pergi ke malang, padahal kita tak tau jalan, tidak pernah kesini sebelum nya, dengan uang yang sangat pas pasan, tak sedikitpun papa membantu, aku tau bukan berarti dia tak sedikitpun memikirkan ku. dia memiliki masalah nya sendiri, dan aku mengerti sepenuh nya bukan berarti dia mencampakan ku. Mom.. tidak kah kau membenci papa? Orang yang telah berjanji mencintai mu sampai maut memisahkan, ternyata mendustai mu, ternyata menghianati mu. Tak pernah sekali pun aku melihat mu menangis karena merindukan dia, perih hati mu tak kau perlihatkan pada kami anak-anak mu.. mom.. bukan kah semua itu menyakitkan?      

Ketika terkadang aku menyadari bahwa apa yang terjadi pada keluarga kita begitu buruk, sesekali aku ingin menangis… boleh kan mom? Terkadang aku juga merasa sakit.. kenapa kau tidak pernah menangis?

Mom.. bagaimana aku mengatakan nya.. bahwa aku sangat mencintai mu, bagaimana aku menyatakan nya bahwa aku sangat memuja mu. 

Aku hanya terus berjalan, sebisa ku mendapatkan hal-hal yang dapat membuat ku lebih baik dan lebih mengesankan.. untuk mu.. untuk cinta mu..

Aku Mencintai mu...

Related Articles

0 comments:

Post a Comment