Sering nya.. orang yang pertama kali mengenal ku, akan merasa tidak nyaman dengan kehadiran ku, entah dari apa yang ku bawa, latar belakang, atau sesuatu yang tidak ku mengerti, mereka sudah merasa seperti itu. Jika aku mencoba menjadi menyenangkan, mereka bilang aku terlalu berisik, jika aku mencoba sedikit tenang, mereka kira aku sombong, dan sang waktu saja yang menjelaskan pada mereka bagaimana karakterku yang sesungguh nya.
Mereka yang berhati lembut akan membuka hati dan memahami ku dengan penuh cinta, mereka mempercayai ku, seperti isarat yang diberikan awan hitam sebagai pertanda hujan, seperti mereka memahami akan makna turun nya hujan akan alasan kedatangan nya yang disertai petir dan guntur.
Sementara mereka yang menutup hati untuk ku akan terus merasa gelisah dengan kehadiran ku, jika aku berbuat baik atau datang, mereka akan bersedih atau terdiam tak peduli, jika aku berbuat salah atau menghilang, mereka akan tertawa. seperti sepasang pengantin yang melakukan pernikahan di taman bunga, mereka sama sekali tidak menginginkan kehadiran hujan. mereka membenci ku.
Aku seperti hujan.. Kita semua seperti hujan. Disatu tempat seseorang membutuhkan nya, ditempat yang sama seseorang yang lain mengumpat kedatangan nya.
Dihari pertama kita bertemu, dihari, dimana belum ada hari sebelumnya kita saling mendengar kata dan suara satu sama lain. Kau membuka hati dan langsung berbuat sangat ramah pada ku, layak nya petani yang menari nari atas datang nya hujan, setelah kemarau panjang, aku dibuat merasa spesial.
Setelah, Pemikiran panjang dan melelahkan tentang apa yang sebaik nya aku katakan dan lakukan. Setelah, sekian banyak ketakutan pada diri ku karena mereka yang pertama kali mengenalku kemungkinan besar membenci ku, lalu aku menatap mata ku dicermin dan berjanji pada diri ku sendiri bahwa aku tidak akan memaksakan semua orang untuk menyukai ku pada saat pertama kali bertemu, aku tidak akan bertingkah seperti apa yang mereka semua harapkan, karena itu berarti aku harus memakai topeng dan topeng yang berbeda untuk orang yang berbeda.
Atas nama diriku sendiri dan Yang menciptakan ku, biar sang waktu yang menjelaskan, seperti biasa..
Karena, bisa jadi mereka yang mencintai ku pada awalnya akan membenci ku dihari yang lain. dan mereka yang membenci ku pada awalnya, bisa jadi memahami dan memeluk ku pada saat yang lain pula.
Dan inilah yang ingin ku tekan kan. Bahwa, aku hanya manusia biasa yang mencoba untuk menjadi biasa saja.. marah seperti biasa, menangis seperti biasa, tertawa, lupa, dan jatuh cinta seperti biasa.. seperti manusia lain lakukan seperti biasa..
Dalam perjalanan untuk mendapatkan jawaban atas misteri hidup yang tersembunyi rapih, aku telah menorehkan banyak tinta hitam diatas lembaran lembaran kertas putih yang bersih, setiap orang yang mengenalku memiliki lembar tersendiri tentang ku, kalian bisa bertukar lembar, untuk mencoba memahami ku, atau menambah kebencian terhadap ku.
Aku berterima kasih kepada mu yang bersikap ramah dan berfikir positif kepada ku, memberikan pena emas pada ku untuk menuliskan tentang ku di lembar kertas mu. suatu saat kau akan mendapati lembar lain tentang ku, suatu saat bisa jadi aku mencoret coret lembar mu dengan gambar jelek yang tidak dapat kau fahami, suatu hari apapun bisa saja terjadi yang membuat mu bingung, kecewa, marah, lelah dan ragu. aku tidak bisa menghindari itu, yang hanya bisa untuk ku hindari sampai mati adalah merobek lembar kertas putih yang kau ulurkan pada ku. Dan yang akan selalu ku harapkan adalah lembar yang baru setelah aku mencoret coret yang lama.
Terima kasih untuk mu, yang membuka hati untuk ku..
Kawan mu,
Danitri Wida
0 comments:
Post a Comment